Awal mula berdirinya madrasah-madrasah di kelayu ini, tidak lepas dari tumbuh kembanya Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan Nahdlatul Wathan Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) di Pancor. Para pendirinya adalah para pendiri/pembina/ustaz dan guru-gurunya adalah abituren kedua lembaga pendidikan tersebut.
Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) berdiri diatas tanah wakaf H.M.Syazali, Mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Hindia Belanda dengan akta pendirian tertanggal 17 Agustus 1936. Kemudian diresmikan oleh Bapak TGKH.M.Zainuddin Abdul Majid pada tanggal 15 Jumadil Akhir 1336 H bertepatan dengan tanggal 22 Agustus 1936.
Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dalam perkembangannya mendapatkan dukungan dari keluarga besar Bapak Maji.
Dewan guru/Al Ustadz saat itu antara lain :
- TGKH.M.Zainuddin Abdul Majid
- Tuan Guru H.Faisal Abdul Majid
- Tuan Guru H.Ahmad Rifa'i
- H.Syahabuddin
- H.Muhibuddin
- H.Abdurrahim
- Tingkat Lizmiyah (persiapan) : 1 tahun
- Tingkat Tahdiriyah :3 tahun
- TIngkat Ibtidaiyah : 4 tahun
Madrasah - madrasah yang berdiri setelah lahirnya NWDI antara lain :
- Madrasah As-Sa'adah Kelayu (Lombok Timur) tanggal 19 Januari 1942
- Madrasah Nurul Yakin Praya (Lombok Tengah) tahun 1942
- Madrasah Nurul Iman (Mamben Lombok Timur ) tahun 1943
- Shiratul Mustaqim (Rempung Lombok Timur) tahun 1943
- Madrasah Hidayatul Islam ( masbagik Lombok Timur ) tahun 1943
- Madrasah Nurul Iman (Sakra Lombok Timur) tahun 1943
- Madrasah Nurul Wathan Bungpapak ( Selong Lombok Timur) tahun 1944
- Madrasah Tarbiyatul Islam ( Wanasaba Lombok Timur) tahun 1944
- dan seterunya ....
Berdiri pada tanggal 19 Januari 1942 ( semasa penjajahan jepang) berkedudukan di Gubuk Daya Reban Julu Kelayu Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur di atas tanah Wakaf Al-Ustaz Abu Masrah dan H.Ahmad Rifa'i. Pendirinya adalah Al-Ustaz Mas'ud (Abu Masrah).
Dewan guru saat itu adalah Ustaz Yusi Muhsin Aminulloh (ustaz H.Yusi), Ustaz Abu Hanan dan Guru Mahmud (H.Mahmud Mahmiah).
Perkembangan murid dari hari ke hari semakin banyak karena materi pelajaran yang disajikan sesuai dengan petunjuk agama islam antara lain : ketauhidan, ibdah shalat, puasa, Al-Quran, akhlak, sirah dan lain-lain. Kitab acuan : Fiqih , Nahu, syoref, mutholo'ah, tajwid (batu ngompal), sirah dan sebagainya.
Karena banyak murid yang berdatangan dari sekitar kelayu, tanjung, teros dan selong yang semula belajar di stiap serambi rumah masyarakat sekitar, murid-murid belajar tekun, ihlas dan sopan dihalaman rumah tersebut diatas. dengan duduk bersila beralaskan dan beratapkan kulangsah (tikar dari daun kelapa yang dianyam) tokol ngesol mara' anak memeri.
sungguh sedih dan menyedihakan, murid dan guru tanpa makan, kalaulah makan hanya dengan ubi jalar (ketiong) dan keretoq (tempurung kelapa muda/kenyamen atau sagu enau). Pakean guru dan murid - murid seadanya yaitu berupa kain godok (kain sesek sasak kasar) atau karung goni

