Rasionalitas
Fase-fase sejarah politik kekuasaan di Lombok yang berpengaruh terhadap konteks budaya dan agama dilombok menunjukkan bahwa keberislaman di Lombok sudah dimulai abada ke - 17. Pada abad ke - 18, ke - 19 hingga awal abad ke- 20, dapat dipastikan bahwa telah terjadi banyak pengaruh atas kemurnian keislaman mengingat hampir pasti bahwa politik kekuasaan selalu memiliki tendensi keagamaan selain tendensi ekonomi dan budaya. Demikian halnya dengan politik kekuasaan Bali dengan budaya Bali dan Hindu - Budha. Merujuak dari pendapat Meyerhoof (1959) tentang penilian atas fakt sejarah, realitas sejarah yang demikian dapat dimaknai bahwa keislaman di Lombok mengalami berbagai tekanan sesuai kepentingan politik penguasa. Kondisi semacam ini tidak dapat disejajarkan dengan proses akulturasi yang cenderung seling menguat berdasarkan kepentingan unversal. Semua agama, termask islam merupakan salah satu pranta transendental dan horizontal sehingga keberadaanya tidak hanya sekedar ada, tetapi harus sesuai dengan acuan emik dan etik shingga islam menjadi pranata yang kontinium dan kontektual. karena itu, islam sebagai agama harus dipahami dan dijalankan sesuai tradisi dalam dinamika sejarah yang atraktif sebagaimana masa kelahirannya, masa kini, dan masa depan. Proses keberagmaan islam yang demikian harus memiliki nilai dan prinsip sebagai sistem pemikiran dan tindakan. Gangguan entitas emik dan etik islam akibat berbagai tekanan politik penguasa pada abad-abad dimaksud perlu permunian sehingga menjadi agama yang menyejarah. Pilihannya adalah nilai dan prinsip Aswaja. Pada saat bersamaan, sistem pemikiran dan tindakan keberagaan islam berdasarkan nilai dan prinsip Aswaja tidak mungkin dapat direalisasikan dalam suasana tidak merdeka sebagai individu, masyarakat, dan bangsa. Karena itu, purifasi keisalaman dengan instrumen Aswaja menjadi sejajar dengan upaya penyadaran sebagai bangsa terjajah yang herus merdeka. Nahdlatul Wathan "Gerakan Kebangsaan"
Dr. Khirjan Nahdi, M.Hum
Dibawakan dalam Seminar Nasional "Refleksi Perjuangan Nahdlatul Wathan Melalui Intrumen Pendidikan" dalam rangka hari Ulang Tahun MSDI Pondok Pesantren Darussa'adatain NW Kelayu Ke-74

